Beranda Artikel Mengapa Hajar Aswad Berada di Sudut Ka'bah? Ini Sejarahnya
Kembali
21 Aug 2026

Mengapa Hajar Aswad Berada di Sudut Ka'bah? Ini Sejarahnya

Mengapa Hajar Aswad Berada di Sudut Ka'bah? Ini Sejarahnya

Di setiap ibadah tawaf, jutaan jamaah memulai putaran dari titik yang sama: Hajar Aswad. Batu yang berada di salah satu sudut Ka'bah ini bukan sekadar penanda awal tawaf, tetapi memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan pembangunan Baitullah sejak zaman Nabi Ibrahim 'alaihissalam.

Lalu, mengapa Hajar Aswad berada di posisi yang sekarang?

Apa Itu Hajar Aswad?

Hajar Aswad adalah batu mulia yang terpasang pada sudut timur Ka'bah. Batu ini dikelilingi bingkai perak sebagai pelindung, dan menjadi titik awal sekaligus akhir setiap putaran tawaf.

Dalam ibadah Umroh maupun Haji, jamaah dianjurkan menghadap Hajar Aswad ketika memulai tawaf. Jika memungkinkan dapat memberi isyarat dengan tangan sambil mengucapkan Bismillahi Allahu Akbar, tanpa harus memaksakan diri untuk mendekatinya.

Sejarah Penempatan Hajar Aswad

Ketika Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membangun kembali Ka'bah, Hajar Aswad ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dari bangunan Baitullah. Posisi tersebut kemudian menjadi penanda dimulainya tawaf mengelilingi Ka'bah.

Sejak saat itu, Hajar Aswad tetap berada di sudut timur Ka'bah dan menjadi titik yang dikenal oleh kaum Muslimin hingga hari ini.

Kisah Rasulullah ﷺ Menyelesaikan Perselisihan

Sebelum diangkat menjadi nabi, Ka'bah pernah mengalami kerusakan akibat banjir sehingga masyarakat Quraisy membangunnya kembali. Ketika pembangunan hampir selesai, muncul perselisihan mengenai siapa yang paling berhak meletakkan Hajar Aswad.

Setiap kabilah ingin memperoleh kehormatan tersebut hingga perselisihan hampir berubah menjadi konflik besar.

Rasulullah ﷺ kemudian memberikan solusi yang bijaksana. Beliau membentangkan sehelai kain, meletakkan Hajar Aswad di atasnya, lalu meminta pemimpin setiap kabilah memegang masing-masing ujung kain dan mengangkatnya bersama-sama. Setelah batu mencapai posisinya, Rasulullah ﷺ sendiri yang meletakkannya pada tempatnya.

Peristiwa ini menjadi salah satu bukti kebijaksanaan beliau bahkan sebelum menerima wahyu.

Mengapa Tetap di Posisi Itu?

Posisi Hajar Aswad tidak dipilih secara acak. Letaknya menjadi penanda awal tawaf sehingga seluruh jamaah memiliki titik yang sama saat mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran.

Karena berada di sudut Ka'bah, arah putaran tawaf menjadi jelas dan tertib bagi jutaan jamaah dari seluruh dunia.

Bolehkah Mencium Hajar Aswad?

Mencium Hajar Aswad merupakan sunnah apabila dilakukan tanpa menyakiti diri sendiri maupun jamaah lain. Namun, ketika kondisi sangat padat, memberi isyarat dari kejauhan juga termasuk tuntunan yang dicontohkan.

Yang paling utama adalah menjaga kekhusyukan ibadah dan tidak berdesakan hingga membahayakan orang lain.

Hajar Aswad bukanlah objek yang disembah, melainkan bagian dari syiar Allah yang dihormati. Nilai utamanya terletak pada mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ dalam beribadah, bukan pada batunya semata.

Bagi jamaah yang melaksanakan Umroh bersama Binbaz Tour & Travel, pemahaman mengenai sejarah Hajar Aswad menjadi salah satu bekal agar setiap rangkaian ibadah di Masjidil Haram dapat dijalani dengan lebih bermakna.

Tag Terkait:
#Hajar Aswad #sejarah Hajar Aswad #posisi Hajar Aswad #Hajar Aswad Ka'bah #Ka'bah Makkah #tawaf Umroh #Umroh Binbaz #Binbaz Tour & Travel