Mengapa Houthi Menyerang Arab Saudi? Memahami Akar Konflik yang Kini Kembali Memanas
Ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi kembali menjadi perhatian setelah serangkaian serangan lintas perbatasan terjadi pada September 2026. Situasi ini juga menjadi sorotan jamaah Umroh karena sejumlah perkembangan keamanan terjadi di wilayah Saudi, termasuk laporan pencegatan drone di sekitar Makkah.
Lalu, mengapa Houthi menyerang Arab Saudi?
Untuk memahaminya, kita perlu melihat kembali akar konflik di Yaman.
Berawal dari Konflik di Yaman
Houthi, atau Ansar Allah, merupakan kelompok politik dan militer yang berasal dari Yaman. Kelompok ini menguasai sebagian besar wilayah barat laut Yaman dan ibu kota Sana'a.
Konflik dengan pemerintah Yaman meningkat pada 2014 ketika Houthi mengambil alih Sana'a. Setahun kemudian, pada 2015, Arab Saudi memimpin koalisi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan melawan Houthi.
Sejak saat itu, Arab Saudi menjadi salah satu pihak utama dalam perang Yaman. Konflik kemudian berkembang menjadi perang yang melibatkan berbagai kelompok lokal dan kekuatan regional.
Mengapa Saudi Menjadi Sasaran?
Dari sisi Houthi, Saudi dipandang sebagai pihak yang melakukan intervensi militer di Yaman.
Karena itu, Houthi berulang kali menyatakan bahwa serangan mereka terhadap wilayah Saudi merupakan respons terhadap operasi militer Saudi dan sekutunya di Yaman.
Dalam perkembangan terbaru, Houthi menyatakan serangan terhadap sejumlah target di Saudi sebagai respons terhadap serangan udara Saudi di Yaman. Klaim tersebut datang dari pihak Houthi dan perlu dibedakan dari informasi yang telah diverifikasi secara independen.
Dengan kata lain, konflik ini memiliki pola serangan dan serangan balasan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Ada Faktor Iran di Balik Konflik
Konflik ini juga tidak dapat dilepaskan dari persaingan geopolitik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Houthi memiliki hubungan erat dengan Iran dan mendapatkan dukungan dari Teheran menurut berbagai laporan. Saudi sendiri merupakan salah satu kekuatan utama yang berseberangan dengan Iran dalam persaingan regional.
Karena itu, konflik Yaman sering dipandang memiliki dimensi persaingan Iran–Saudi, meskipun konflik tersebut juga mempunyai akar lokal yang kuat di dalam politik dan perang saudara Yaman.
Mengapa Konfliknya Kembali Memanas pada 2026?
Setelah relatif tenang sejak gencatan senjata 2022, pertempuran di Yaman kembali meningkat pada 2026.
Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi memperluas penguasaannya di sepanjang pesisir Laut Merah dan merebut sejumlah posisi strategis. Perkembangan tersebut membawa mereka semakin dekat dengan Bab al-Mandeb, salah satu jalur pelayaran penting dunia.
Pada saat yang sama, serangan Houthi terhadap wilayah Saudi kembali meningkat, termasuk terhadap fasilitas dan infrastruktur. Saudi kemudian melakukan serangan udara terhadap posisi Houthi di Yaman.
Situasi inilah yang membuat konflik kembali menjadi perhatian internasional.
Bagaimana dengan Makkah dan Jamaah Umroh?
Perkembangan ini tentu menjadi perhatian khusus bagi jamaah Umroh.
Pada 15 September 2026, Saudi melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya mencegat sebuah drone di sebelah selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang. Saudi menyatakan drone tersebut diluncurkan oleh Houthi, sementara Houthi membantah menargetkan Makkah atau tempat-tempat suci.
Karena itu, penting untuk membedakan antara konflik Houthi–Saudi secara umum dengan klaim bahwa suatu serangan secara khusus menargetkan Masjidil Haram atau jamaah Umroh.
Bagi jamaah, perkembangan keamanan sebaiknya dipantau melalui informasi resmi pemerintah Saudi, Kementerian Agama, PPIU, dan maskapai. Informasi dari media sosial juga perlu diperiksa kembali karena video atau foto lama dapat kembali beredar seolah-olah merupakan kejadian terbaru.
Apa Artinya bagi Jamaah Umroh?
Konflik di Yaman memang berkembang dan telah berdampak pada wilayah Saudi. Namun, setiap informasi mengenai kondisi Makkah dan Madinah perlu dilihat berdasarkan kejadian yang benar-benar terverifikasi.
Bagi jamaah yang sedang mempersiapkan keberangkatan, yang terpenting adalah tetap mengikuti arahan resmi dan berkoordinasi dengan PPIU apabila terdapat perubahan penerbangan atau operasional perjalanan.
Binbaz Tour & Travel terus memantau perkembangan situasi regional dan informasi operasional yang berkaitan dengan perjalanan jamaah, sehingga setiap perkembangan yang relevan dapat menjadi bahan koordinasi dalam pelayanan Umroh.