Mengenal Maqam Ibrahim, Jejak Nabi Ibrahim di Dekat Ka'bah
Saat berada di Masjidil Haram, jamaah akan menemukan sebuah bangunan kecil berlapis kaca yang berada tidak jauh dari Ka'bah. Tempat tersebut dikenal sebagai Maqam Ibrahim.
Namanya memang berarti “tempat berdiri Ibrahim”, tetapi Maqam Ibrahim bukanlah makam Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Lalu, apa sebenarnya Maqam Ibrahim dan mengapa tempat ini memiliki kedudukan penting dalam ibadah Umroh dan Haji?
Apa Itu Maqam Ibrahim?
Maqam Ibrahim adalah tempat yang berkaitan dengan Nabi Ibrahim 'alaihissalam ketika beliau bersama Nabi Ismail 'alaihissalam membangun Ka'bah.
Di dalam bangunan tersebut terdapat sebuah batu yang dikenal sebagai Hajar Maqam Ibrahim. Pada batu tersebut terdapat bekas telapak kaki yang dinisbatkan kepada Nabi Ibrahim 'alaihissalam.
Maqam Ibrahim berada di area Masjidil Haram dan menjadi salah satu tempat yang memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan pembangunan Baitullah.
Kisah Nabi Ibrahim Membangun Ka'bah
Al-Qur'an mengisahkan bahwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail 'alaihissalam meninggikan fondasi Baitullah.
Allah Ta'ala berfirman:
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِـۧمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَـٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’”
(QS. Al-Baqarah: 127)
Dalam proses pembangunan Ka'bah tersebut, Nabi Ibrahim 'alaihissalam menggunakan sebuah batu sebagai tempat berpijak ketika bagian bangunan semakin tinggi.
Batu itulah yang kemudian dikenal sebagai Maqam Ibrahim.
Mengapa Ada Bekas Telapak Kaki?
Salah satu hal yang membuat Maqam Ibrahim menarik perhatian jamaah adalah adanya bekas telapak kaki pada batu tersebut.
Bekas tersebut menjadi bagian dari peninggalan yang dikaitkan dengan Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Kini batu tersebut berada di dalam pelindung agar tetap terjaga di tengah banyaknya jamaah yang datang ke Masjidil Haram.
Maqam Ibrahim juga disebutkan secara langsung dalam Al-Qur'an. Allah Ta'ala berfirman:
وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِـۧمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ
“Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan Baitullah sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang i'tikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud.’”
(QS. Al-Baqarah: 125)
Ayat tersebut menjadi dasar disyariatkannya shalat di belakang Maqam Ibrahim setelah melaksanakan tawaf, sebagaimana dicontohkan Rasulullah ﷺ.
Shalat di Belakang Maqam Ibrahim
Setelah menyelesaikan tawaf, jamaah disunnahkan melaksanakan shalat dua rakaat. Jika memungkinkan, shalat dilakukan di belakang Maqam Ibrahim.
Namun, karena area Masjidil Haram dapat sangat padat, jamaah tidak perlu memaksakan diri berada tepat di belakang Maqam Ibrahim.
Yang terpenting adalah menjaga ketertiban, tidak mengganggu jamaah lain, dan mengikuti arahan petugas Masjidil Haram.
Maqam Ibrahim Bukan untuk Disembah
Maqam Ibrahim memiliki kedudukan yang mulia karena berkaitan dengan sejarah Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan disebutkan dalam Al-Qur'an.
Namun, Maqam Ibrahim bukanlah tempat yang disembah. Penghormatan terhadapnya tetap berada dalam koridor syariat, yaitu dengan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.
Hal ini juga menjadi pengingat bahwa seluruh ibadah ditujukan hanya kepada Allah.
Mengapa Maqam Ibrahim Berada Dekat Ka'bah?
Lokasi Maqam Ibrahim berkaitan erat dengan sejarah pembangunan Ka'bah. Setelah menyelesaikan tawaf, jamaah juga disunnahkan melaksanakan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim apabila memungkinkan.
Karena itu, keberadaannya di area dekat Ka'bah menjadi bagian dari rangkaian sejarah dan ibadah yang saling berkaitan.
Bagi jamaah yang melaksanakan Umroh bersama Binbaz Tour & Travel, mengenal tempat-tempat seperti Maqam Ibrahim dapat membuat pengalaman di Masjidil Haram terasa lebih bermakna.
Jamaah bukan hanya melihat sebuah bangunan kecil di dekat Ka'bah, tetapi memahami bahwa di baliknya terdapat sejarah pembangunan Baitullah yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail 'alaihimas salam.
Ketika berada di Masjidil Haram, Maqam Ibrahim menjadi salah satu tempat yang mengingatkan jamaah bahwa perjalanan Umroh juga membawa kita untuk mengenal kembali kisah para nabi dan mengambil pelajaran dari perjuangan mereka dalam menaati Allah.