Beranda Artikel Mengenal Musim Umroh: Kapan Waktu Terbaik untuk Berangkat?
Kembali
19 Aug 2026

Mengenal Musim Umroh: Kapan Waktu Terbaik untuk Berangkat?

Mengenal Musim Umroh: Kapan Waktu Terbaik untuk Berangkat?

Menentukan waktu keberangkatan menjadi salah satu hal penting sebelum merencanakan Umroh. Selain mempertimbangkan budget dan kesiapan jamaah, memahami musim Umroh juga membantu menentukan waktu yang lebih sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

Bagi calon jamaah yang sedang mencari waktu terbaik Umroh, ada dua kalender yang perlu diperhatikan, yaitu kalender Masehi dan kalender Hijriah. Keduanya dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kepadatan jamaah dan karakteristik perjalanan pada periode tertentu.

Secara umum, musim Umroh dapat digambarkan sebagai berikut:

PeriodeBulan Masehi*Bulan HijriahKarakteristik
Low SeasonJuni–AgustusMuharram - SafarRelatif lebih tenang dan pilihan paket cenderung lebih ekonomis
Middle SeasonSeptember–OktoberRabiul Awal - Rabiul AkhirPermintaan mulai meningkat
High SeasonNovember–FebruariJumadil Awal - RajabJumlah jamaah mulai meningkat, terutama menjelang Ramadhan
Peak SeasonFebruari–Maret/AprilSya'ban - RamadhanPermintaan dan kepadatan jamaah sangat tinggi

*Periode Masehi dapat berubah setiap tahun karena kalender Hijriah bergerak sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahunnya.

  • Low Season — Juni–Agustus

Periode Juni–Agustus secara umum dapat menjadi salah satu periode yang relatif lebih tenang setelah musim Haji. Dalam kalender Hijriah, periode ini umumnya berkaitan dengan Muharram dan Safar, meskipun tanggal pastinya berubah setiap tahun.

Jumlah jamaah yang tidak setinggi periode puncak membuat low season dapat menjadi pilihan bagi jamaah yang ingin mendapatkan suasana perjalanan yang lebih nyaman sekaligus mempertimbangkan budget.

Cocok untuk: jamaah yang memiliki waktu fleksibel dan mengutamakan efisiensi biaya.

  • Middle Season — September–Oktober

Memasuki September–Oktober, aktivitas perjalanan Umroh mulai meningkat. Periode ini dapat menjadi pilihan bagi jamaah yang mencari keseimbangan antara harga dan kenyamanan.

Dalam kalender Hijriah, periode ini dapat bertepatan dengan Rabiul Awal hingga Rabiul Akhir, tergantung tahun keberangkatan.

Cocok untuk: jamaah yang ingin mendapatkan keseimbangan antara budget dan tingkat kepadatan.

  • High Season — November–Februari

Pada November–Februari, permintaan perjalanan Umroh biasanya mulai meningkat, terutama ketika semakin dekat dengan Ramadhan.

Salah satu bulan Hijriah yang perlu diperhatikan adalah Sya'ban. Banyak jamaah memilih berangkat pada bulan ini untuk melaksanakan Umroh sebelum memasuki Ramadhan. Karena itu, Sya'ban umumnya menjadi periode yang cukup ramai dan dapat masuk kategori high season. Jika ingin berangkat pada periode ini, sebaiknya persiapan dilakukan lebih awal.

Cocok untuk: jamaah yang ingin berangkat sebelum Ramadhan dan memiliki waktu perjalanan yang sudah ditentukan.

  • Peak Season — Ramadhan

Ramadhan merupakan salah satu periode dengan permintaan Umroh tertinggi. Banyak jamaah dari berbagai negara ingin menjalankan ibadah di Tanah Suci selama bulan Ramadhan.

Tingginya permintaan membuat periode ini biasanya lebih padat dan membutuhkan persiapan lebih matang. Harga tiket, hotel, dan paket perjalanan juga dapat lebih tinggi dibandingkan periode yang lebih sepi.

Cocok untuk: jamaah yang ingin merasakan pengalaman Umroh di bulan Ramadhan dan siap dengan kondisi yang lebih ramai.

Perhatikan Kalender Hijriah

Salah satu hal penting dalam memahami musim Umroh adalah jangan hanya berpatokan pada bulan Masehi. Misalnya, Ramadhan pada satu tahun dapat berada di bulan Maret, tetapi beberapa tahun kemudian dapat bergeser ke Februari, Januari, dan seterusnya. Begitu pula dengan Sya'ban dan bulan-bulan Hijriah lainnya.

Karena itu, pembagian seperti Juni–Agustus sebagai low season atau November–Februari sebagai high season sebaiknya dipahami sebagai gambaran umum, bukan patokan tetap setiap tahun.

Kapan Waktu Terbaik untuk Umroh?

Waktu terbaik untuk Umroh bergantung pada kebutuhan masing-masing jamaah.

Jika mengutamakan budget dan suasana yang relatif lebih tenang, low season dapat menjadi pilihan. Jika mencari keseimbangan, middle season bisa dipertimbangkan.

Sementara itu, Sya'ban cocok bagi jamaah yang ingin berangkat menjelang Ramadhan, sedangkan Ramadhan menjadi pilihan bagi yang ingin merasakan suasana ibadah di Tanah Suci pada bulan penuh keberkahan.

Tidak ada musim yang benar-benar paling baik untuk semua jamaah. Yang terpenting adalah memilih periode yang sesuai dengan budget, kesiapan fisik, waktu yang tersedia, dan tujuan perjalanan.

Kesimpulan

Memahami musim Umroh membantu calon jamaah menentukan waktu keberangkatan dengan lebih bijak. Secara umum, Juni–Agustus dapat menjadi periode low season, September–Oktober middle season, November–Februari mulai memasuki high season, sementara Sya'ban dan Ramadhan menjadi periode yang semakin ramai hingga mencapai peak season.

Namun, pembagian tersebut dapat berubah setiap tahun karena kalender Hijriah terus bergeser terhadap kalender Masehi.

Dengan memahami kedua kalender tersebut, jamaah dapat merencanakan perjalanan Umroh bersama Binbaz Tour & Travel dengan lebih matang dan memilih waktu keberangkatan yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Tag Terkait:
#musim Umroh #waktu terbaik Umroh #bulan terbaik Umroh #kapan waktu terbaik Umroh #low season Umroh #high season Umroh #peak season Umroh #Umroh Ramadan #Umroh bulan Sya'ban #Binbaz Tour & Travel #Binbaz Tour #Travel Umroh Binbaz #Paket Umroh Binbaz